Sabtu, 09 Juni 2012

GRLY HALM 41-46

III
PEMBUATAN BAHAN PELEDAK DAN PEMBAKAR
Alat utama sistem persenjataan dan bahan-bahan peledak yang
digunakan oleh pasukan gerilya haruslah sebanding dengan apa yang
dimiliki oleh musuh. Pasukan pemberontak harus mengerahkan seluruh
tenaga dan waktu, guna mendapatkan berbagai jenis senjata, amunisi,
bahan-bahan peledak dan berbagai suplai logistik dari pasukan musuh.
Pada tahap awal perjuangan, barangkali, pergerakan gerilya akan
membutuhkan suplai material tempur yang disandarkan dari sumbersumber
yang dapat dipastikan saja, sampai gerakan gerilya tersebut
mampu mendapatkan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan gudang
senjata milik musuh.

Selain itu, sebuah kelompok atau sel terisolasi suatu saat juga akan
tiba pada posisi harus bertempur tanpa dukungan senjata apapun. Dalam
keadaan demikian, mereka harus mengupayakan dan menggunakan senjata
seadanya.
Bab ini, akan memfokuskan pada pembahasan tersebut, yakni
dengan membahas tentang perakitan bahan-bahan peledak, bahan-bahan
kimia dan bom-bom pembakar dari berbagai bahan-bahan yang umumnya
dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun komponen-komponen rakitan yang diuraikan di sini
terkadang tidak memiliki kekuatan sebesar dan seefektif yang dimiliki
pasukan musuh. Akan tetapi, bahan-bahan tersebut sesuai untuk para
pejuang gerilya yang memiliki taktik bertempur dan lari (hit and run).
Sejumlah peralatan rakitan ini membutuhkan adanya proses produksi
dalam membuatnya. Perlengkapan pertama yang harus di siapkan adalah
alat penyuling, dengan peralatan tersebut, geriyawan akan dengan mudah
mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan
Untuk mempersiapkan alat penyuling yang efektif, gerilyawan dapat
menggunakan:
1 buah lampu spiritus/lampu alcohol
1 buah kaleng besar
1 buah botol kaca.
1 buah toples kaca
1 buah ember/baskom plastik
Selang aquarium ukuran 5 kaki dan penyumbat botol
Potong sisi-sisi bagian besi dari kaleng, untuk membuat dudukan kaki tiga.
Tempatkan lampu alkohol di bawah dudukan tersebut dan letakkan botol
kaca di bagian atas. Tutuplah bagian paling atas dari botol tersebut dengan
penyumbat yang telah dilubangi dengan bor. Masukkan salah satu ujung
selang aquarium melalui lubang pada sumbat botol tersebut, hingga tampak
masuk beberapa inci dari dalam botol.

Selanjutnya, bagian tengah dari selang aquarium tersebut disusun/dibentuk
sedimikian rupa, hingga membentuk kumparan/gulungan spiral, dan biarkan
sisanya hingga ujung yang lain tetap dalam keadaan lurus.
Masukkan bagian spiral dari selang tersebut, ke dalam baskom/ember
plastik, sedangkan sisanya di masukkan ke dalam toples kaca.
Ember/baskom plastic, tempat kumparan/selang spiral tersebut, berisi air,
es kotak dan sedikit garam.
Sedangkan toples kaca tempat hasil sulingan harus tertutup rapat. Selang
pembawa hasil sulingan dimasukkan ke dalam botol melalui lubang yang
dibuat pada tutup toples tersebut.
Dalam operasi kimiawi yang menghasilkan gas-gas yang berbahaya,
hendaknya digunakan tutup toples dengan dua lubang, dengan selang
tambahan yang dipasang pada lubang lainnya, untuk mengeluarkan zat sisa
dari dalam toples kaca.Bentuk detail dari alat penyulingan dapat dilihat
pada gambar berikut:

Pada situasi yang darurat, alat penyuling sederhana dapat dibuat dengan
menggunakan dua buah botol yang kedua lehernya disatukan dan diisolasi
dengan erat. Sederhananya, ambillah bahan yang akan di destilasi,
kemudian masukkan ke dalam salah satu botol dalam keadaan (botol)
berdiri. Kemudian, ambillah botol kedua dan rekatkanlah kedua mulut botol
tersebut, dengan isolasi elektrik (berwarna hitam).
Lihat gambar:

Setelah itu, baringkan kedua botol yang sudah tersambung tersebut,
sehingga, botol yang kosong benar-benar sejajar dengan botol yang ada
isinya.
Nyalakan api kecil dekat dengan botol berisi bahan destilasi, untuk
memanaskannya. Dan secara bertahap, siramkan air dingin pada botol
kosong penerima hasil destilasi, untuk mendinginkan uap destilannya.
Alat destilasi ini, hanya dapat digunakan untuk material yang berjumlah
sedikit.
Alat destilasi selanjutnya, yang dapat kita buat di sini adalah NITRATOR. Alat
ini biasa digunakan untuk merubah bahan-bahan rumah tangga atau bahanbahan
kimia industri menjadi komponen-komponen bahan peledak.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat NITRATOR adalah sebagai
berikut:

Satu buah wadah gelas kecil
Satu buah baki/baskom plastik
Satu buah aerator aquarium
Satu buah pompa aquarium
Satu buah thermometer ukuran 0-85 derajat
Satu buah corong kecil
Satu buah bak kaca besar
Satu buah ember
Selang akuarium ukuran 3 kaki.
Cara perakitan nitrator tersebut adalah sebagai berikut:
Wadah kaca kecil yang berfungsi sebagai gelas kimia diletakkan di dalam
baki plastic, yang diisi dengan es, air dan garam. Termometer celcius
diletakkan di dalam gelas kimia.
Di atas rangkaian tersebut, letakkan corong kecil yang disusun secara tepat
di atasnya (bisa digunakan besi/kawat untuk menjaga agar corongnya tidak
bergerak-gerak-pnj).
Kemudian, dalam wadah kaca besar yang terpisah, campurkan 10 gram
sodium bikarbonat (baking soda biasa) ke dalam 600 ml air untuk membuat
celupan penetral asam.
Selanjutnya, penuhi gelas kimia dari nitrator tersebut dengan campuran
asam nitrat yang terkonsentrasi (umumnya terdiri dari campuran 2 bagian
asam belerang dan 1 bagian nitrat, tapi campuran komponen ini dapat
berubah-ubah sesuai hasil yang diproduksi pabrik umumnya).
Mulailah untuk merangkai pompa aquarium dan jalankan aerator yang
dicelupkan ke dalam celupan nitrasi tadi, didihkan aliran udara yang muncul
di dalam wadah kimia. Terakhir, isilah ember besar dengan air dan sisihkan
di dekatnya.
Proses nitrasi terjadi dengan memasukkan bahan-bahan yang akan dinitrasi
secara pelan-pelan, seperti gliserin, kapas, hexamine dan sebagainya, ke
dalam wadah kimia tempat celupan asam tadi.
Wadah es dan aerator berfungsi untuk menjaga reaksi tetap pada level yang
aman (umumnya antara 0-20 derajat celcius), karena ledakan bisa terjadi
jika temperatur yang timbul terlalu tinggi.
Jika dalam waktu-waktu tertentu muncul asap berwarna putih atau merah,
atau temperaturnya tiba-tiba naik secara cepat, maka itu merupakan
pertanda bahwa proses oksidasi terjadi terlalu cepat dan ledakan akan
terjadi sebentar lagi. Dalam keadaan seperti ini, Anda harus cepat-cepat
memasukkan/menyiram seluruh alat nitrator ke dalam seember besar air
dingin untuk menghentikan reaksi.
Setelah bahan peledak selesai di nitrasikan, selanjutnya rendamlah ke
dalam larutan sodium bicarbonate untuk menetralisir asam yang berlebihan,
sebelum disaring dan dikeringkan.
Alat nitrator dan alat destilasi, dapat dibuat secara mudah dari barangbarang
rongsokan yang masih dapat digunakan dari dapur atau dari
tumpukan sampah barang bekas. Dengan dua peralatan ini, para pejuang
gerilya dapat memiliki kemampuan untuk meramu berbagai variasi bahan
peledak dan bahan-bahan kimia lainnya.
Bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk membuat peledak rakitan
umumnya dapat dibeli di toko-toko bahan kimia, atau melalui pemesanan
pada pabrik-pabrik kimia. Untuk pemesanan dalam jumlah besar melalui
perusahaan-perusahaan kimia tersebut dapat membuat aparat keamanan
kesulitan untuk melacak jejak peredaran bahan kimia tersebut. Akan tetapi,
gerilyawan kota tidak boleh terlalu berharap dan meremehkan tingkat resiko
serangan musuh dari metode ini.
Gambar NITRATOR

Dengan kata lain, sikap yang lebih bijaksana bagi para gerilyawan kotaadalah jika mereka merakit bahan-bahan kimia mereka sendiri dari bahan-bahan dapur yang umumnya digunakan di rumah

#DARI BERBAGAI SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar